TEKOA MINISTRY

Senin, 05 November 2018

Kuasa kemenangan menghadapi masalah

Syalom,

Saudaraku, siapa yang tak pernah mengalami yang namanya masalah. Kata ini mungkin menjadi 'momok' bagi banyak orang, makanya ada istilah 'lari' dari masalah. Masalah tidak selesai jika kita tidak hadapi, pertanyaannya : dengan siapa kita hadapi masalah / pergumulan ini. 

Saya mengutip tulisan rasul Paulus kepada jemaat di Roma sebagai berikut :

Roma 8 : 35 - 37 (TB) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang?

Seperti ada tertulis:"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang oleh Dia (Kristus) yang telah mengasihi kita.

Saudara, dari ayat diatas yang kita baca, apa pesan yang mau disampaikan rasul Paulus kepada kita?

Yang mau disampaikan rasul Paulus kepada kita bahwa dalam keadaan apapun (masalah apapun), ternyata ini kabar baiknya bahwa kita memiliki kuasa / kekuatan untuk menang. (Puji Tuhan).

Paulus berkata seperti itu bukan berarti dia tidak pernah mengalami masalah! Tetapi karena dengan siapa ia berjalan dan percaya! Dengan Tuhan, ini jawabannya. Diluar Tuhan, tidak ada kekuatan untuk menghadapi setiap masalah. Tidak perlu cari 'pelarian' ke tempat-tempat yang mungkin menghibur sesaat. Datang kepada Tuhan, maka Ia akan memberikan kekuatan untuk menghadapi masalah. 

Rasul Paulus berkata : Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia (Yesus) yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4 : 12 - 13 (TB).

Rasaul Paulus ternyata mengalami juga yang namanya masalah! tetapi dia yakin bahwa di dalam Tuhan, ia mendapat kekuatan bahkan disebut segala perkara dapat kutanggung masalah itu di dalam Dia. Keyakinannya begitu besar di dalam Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Masihkah kita mencari kekuatan di luar Tuhan? Cukup datang kepada Yesus, ini jawaban yang sangat tepat. Haleluya.

Dengan kata lain, rasul Paulus hendak mengatakan :"Keadaan tidak dapat mempengaruhi kehidupan saya. Yang mempengaruhi saya adalah apa yang telah Allah lakukan kepada saya dan apa yang sedang Tuhan lakukan baginya".

Saudara, untuk kita bisa mengatasi badai kehidupan, kita perlu tahu siapa diri kita yang sebenarnya dalam Kristus. Kita juga perlu tahu, apa yang Yesus telah lakukan  bagi kita 2000 tahun yang lalu di Golgota, apa maksud kebangkitan-Nya dan pengutusan Roh Kudus, dan terakhir memahami apa yang sedang dilakukan-Nya saat ini sebelah kanan takhta Allah Bapa

Ibrani 7 : 25 (TB). Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ingatlah, ada satu pribadi yang sanggup menolong - menyelamatkan kita sampai sekarang. Nama-Nya Yesus. Dia mengasihi kita semua.

Mari percayalah bahwa kita akan berhasil melalui masalah / badai yang sedang kita hadapi bersama Yesus. Berharap kepada Allah yang akan menolong kita. Dia sangat mengasihi hidup kita.

Sebagai penutup, apa yang Allah telah lakukan terhadap rasul Paulus, Allah yang sama juga melakukannya bagi kita semua. "Kita lebih dari pada seorang pemenang", oleh Dia yang telah mengasihi saya. Katakan hal ini terus dengan iman setiap kita menghadapi masalah.

Dan segala perkara dapat saya tanggung di dalam Yesus yang memberi kekuatan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya.

Maju terus dalam Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati.
Amin.


Waktu bersama Tuhan

Syalom,..

Kekasih-kekasih Kristus, Allah ingin kita mempunyai waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan-Nya. Namun seringkali karena 'kesibukan' kita, sangat sedikit waktu kita untuk datang bersekutu secara pribadi dengan Allah.

Jika kita perhatikan dengan seksama, setiap tokoh dalam Al-Kitab (spt Abraham, Daud, Daniel, dll), mereka mempunyai waktu khusus untuk berdoa dengan Tuhan. Bagaimana dengan kita?

Kita mau melihat satu tokoh dalam PL (Perjanjian Lama) yang bernama Henokh ! Tentu kita semua mengetahui ceritanya. Henokh hidup  bergaul dengan Allah dengan cara "walked with God" (berjalan dengan Allah).

Apa artinya? artinya Henokh selalu bersama-sama dengan Allah, ada waktu pribadi untuk selalu ingin dekat dengan-Nya. Apakah hidup kita juga selalu bergaul dan bersama-sama dengan Allah? Sebuah pertanyaan yang harus kita renungkan kembali....,apakah kita juga merasakan dekapan kasih Allah terhadap kita?

Inilah yang menjadi perenungan kita bersama dan harus 'diresponi'.

Kembali kepada Henokh. Henokh diangkat hidup-hidup dan tidak mengalami kematian.

Kejadian 5 : 24 (TB). Dan Henokh hidup. bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Dalam KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia), bergaul artinya hidup berteman (bersahabat).

Apakah alasannya maka Henokh diangkat hidup-hidup?
Ini jawabannya, Ibrani 11 : 5 (TB) Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Haleluya.

(*And Henokh walked with God and he was not, for God took him. Genesis 5 : 24. KJV)

Henokh berkenan kepada Allah. Berkenan artinya cocok dan selaras dengan hati-Nya Tuhan. Tentu ini dimulai dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

Mari saudara, didalam kesibukan kita setiap hari, kita masih bisa 'bersekutu' secara pribadi dengan Tuhan lewat apa? lewat doa. Bila dirumah, kita bisa mulai memuji menyembah Tuhan, lalu kita membaca Firman Tuhan. Maka kita akan menjadi orang-orang yang berkenan kepada Tuhan

Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin.


Minggu, 04 November 2018

Peperangan di tangan Tuhan

Syalom,

2 Tawarikh 20 : 15b (TB). Beginilah firman Tuhan kepadamu : Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini,sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Saudaraku, kisah ini tentang raja Yehuda yang bernama raja Yosafat (anak raja Asa), kisah selengkapnya bisa dibaca di 2 Tawarikh 20 : 1 - 17.



Ada sebuah cerita lama yang berkata seperti ini : "Cepat atau lambat Allah akan membawa umat-Nya (saudara & saya) yang merasa memiliki segalanya ketempat dimanapun mereka tidak memiliki apapun selain dari TUHAN; tanpa kekuatan, tanpa penjelasan dan tanpa apapun selain Dia (Tuhan). Tanpa pertolongan Allah mereka akan hancur.

Seorang jemaat datang dengan penuh putus asa kepada gembalanya (Pendeta) dan berkata bahwa "Hidupnya benar-benar hancur"

Sang Pendeta bertanya kepada jemaat tersebut : Seberapa parahkah??

Sambil menutup kepalanya dengan tangannya, ia meratap,"Sangat parah, sehingga satu-satunya milik yang tersisa hanya Tuhan".

...wajah si Pendeta kelihatan berseri-seri.

Berkatalah ia : "Saya meyakinkan anda bahwa orang yang hanya memiliki Tuhan-lah, ia memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk apa? Untuk memperoleh kemenangan demi kemenangan besar. (Puji Tuhan).

Nah sekarang kita kembali ke ayat diatas : 2 Tawarikh 20 : 15b

Jika kita baca secara keseluruhan bahwa bangsa Yehuda juga mempunyai masalah yang sangat besar ! Bangsa ini sadar tidak punya cukup kekuatan untuk menghadapi musuh. (bani Moab dan bani Amon - 2 Tawarikh 20 ).

Lihat dan perhatikan apa yang dikatakan raja Yosafat ini demikian:Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.

Disaat yang genting diperlukan suatu sikap dalam mengambil keputusan, Yosafat berkeputusan untuk mencari TUHAN. Bagaimana dengan kita? Apakah juga mengambil keputusan mencari TUHAN pada masa-masa yang sulit?

Raja Yosafat percaya sepenuhnya kepada TUHAN. Ini adalah keyakinan Yosafat dan rakyatnya sebagai sumber pengharapan dan kekuatan. (bukan yang lain)

Sikap ini yang terlihat dan kita perlu meneladaninya.

2 Tawarikh 20 : 12. Ya Allah kami, tidakkah engkau menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju pekada-Mu.

Dilanjutkan 2 Tawarikh 20 : 15. ..dan berseru:"Camkanlah Yehuda, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Yehuda tidak perlu takut, karena TUHAN lah yang berperang bagi mereka. (termasuk buat saudara dan saya, Haleluya)

Saudara, mungkin pada saat ini kita dalam situasi dimana segala milik kita lenyap. Tetapi ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada TUHAN & menaruh harapan kepada-Nya, percayalah bahwa kita akan mendapatkan pemenuhan janji Allah. Karena apa? Karena Ia setia dengan janji-janji-Nya.

Tetap berharap dan tetap percaya. Ketika kita hanya memiliki TUHAN, kita telah memiliki segala-galanya. Maju terus dalam Tuhan Yesus, Tuhan Yesus Memberkati.

Amin