TEKOA MINISTRY

Rabu, 26 Desember 2018

Oleh Injil Apa Kita Diselamatkan? (Paul Ellis)

Bacalah Al-Kitab dari awal sampai akhir dan anda bisa diampuni karena berpikir bahwa ada lebih dari satu Injil. Contohnya, kata-kata pertama Perjanjian Baru dalam Al-Kitab King James adalah injil Menurut Orang Kudus Matius.



Bacalah terus  dan anda juga akan menemukan Injil menurut Orang Kudus Markus, Lukas dan Yohanes. Itulah tepatnya empat kitab Injil ada disana. Tetapi tunggu masih ada lagi.

Teruslah membaca dan anda akan menemukan Paulus memberitahu orang-orang Roma tentang "Injilku". Jadi, kelihatannya pasti ada lima kitab Injil. Atau mungkin lebih.

Bacalah terus sampai akhir dan anda akan menjumpai "Injil keselamatanmu, "Injil damai sejahtera", Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia,"sebelum akhirnya mencapai "Injil kekal".



Efesus 1 : 13 (TB)  :
Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Efesus 6 : 15 (TB) : kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.

1 Timotius 1 : 11 (TB) : yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Wahyu 14 : 6 (TB) : Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.

Paulus dua kali menyampaikan pada orang-orang percaya di Roma tentang "Injilku" sbb :
Roma 2 : 16 (TB) : Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Roma 16 : 25 (TB) : Bagi Dia yang berkuasa menguatkan kamu - menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya.

1 Korintus 15 : 1 (TB) : Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.



Tentu saja, ini semua label untuk Injil yang sama. Hanya ada satu Injil, dan itu adalah Injil yang dikenal Paulus sebagai Injil kasih karunia :

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. ( Kisah Para Rasul 20 : 24 )


Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Berbuat terus dosa, apakah Allah akan tetap mengasihi?

Syalom,

Sebagai manusia kita tidak 'kebal' dengan yang namanya dosa ! Begitu banyak pertanyaan; apakah jika kita terus menerus berbuat dosa dihadapan Allah, apakah Ia akan tetap mengasihi kita? Ya kita berjuang melawan dosa, tetapi ada kalanya jatuh lagi saat kita lemah. 



Mari kita mau melihat kebenaran Firman Tuhan sehingga kita mengerti betul dan itu yang akan memerdekakan kita seluruhnya. Kebenarannya adalah bahwa Allah sangat mengasihi kita. Ia mengasihi kita saat kita sedang naik atau saat kita sedang turun. Ia mengasihi kita ketika kita melakukan dengan benar dan Ia mengasihi kita ketika kita juga melakukan kesalahan.

Perhatikan Firman Tuhan sbb :
Tulisan Paulus dalam kitab Roma 5 : 8 (TB) ; Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati bagi kita, ketika kita masih berdosa.



Dalam terjemahan NIV dikatakan : But God demonstrates his own love for us in this: While we were still sinners, Christ died for us.

Ini yang perlu kita tanamkan dalam hati kita ! Bahwa Allah mengasihi kita. Entah itu kita berada dalam lingkungan yang tidak baik, satu hal konstan yang bisa kita andalkan adalah kasih Tuhan tak tergoyahkan untuk kita. Puji Tuhan.

Mari kita lihat sebuah kebenaran lagi dalam Al-Kitab, dalam 1 Korintus 13 : 4 (TB) sbb : Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (*Penekanan : Kasih itu sabar)

Apa yang dapat kita mengerti? Perhatikan bahwa memang kasih itu bertahan lama dan sabar dan baik..kasih itu sabar menanggung segala sesuatu (tanpa menjadi lemah). Kasih tidak pernah menjadi gagal (tidak pernah memudar atau akan berakhir).

Bagaimana dengan kasih manusia? Sangat berbeda. Kasih manusia lemah dan rapuh, tetapi kasih Bapa bertahan selamanya.

Mazmur 136 : 1-3 (TB) sbb :
1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2. Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 3. Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Sangat jelas sekali kebenaran Firman Tuhan ini.

Tetapi pertanyaannya adalah bukanlah apakah Allah akan selalu mengasihi kita tetapi apakah kita mengenal dan menikmati kasih-Nya tersebut. (Perlu kita renungkan..)

Setiap kita memerlukan kasih Bapa kita. Setiap kita membutuhkan tempat tinggal dimana kita dikasihi sebagaimana adanya kita. Jika kita belum menemukan tempat tinggal dalam dekapan kasih Bapa kita, keinginan sah kita akan kasih dan penerimaan akan membawa kita kepada sumber-sumber yang lebih rendah mutunya, seperti agama yang mati.

Mari, jangan biarkan 'intimidasi' dalam pikiran kita tentang pelanggaran-pelanggaran kita, tetapi ingatlah bahwa Allah tidak pernah menahan kasih-Nya dari kita.

Dan ini kabar baiknya bagi  kita semua.
Roma 8 : 35 (TB) sbb : Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Jawabnya : tidak ada. Jadi Allah tetap mengasihi kita.



Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Jumat, 14 Desember 2018

Yosua Memberi Sebuah Peringatan.

Syalom,

Kita tahu bahwa setelah Musa mati maka Yosualah yang menggantikan Musa. Yosua sebagai pengganti Musa sangat menyadari kelemahan-kelemahan orang Israel ini. Setelah orang-orang Israel menempati tanah Kanaan, dan sesudah "Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya (Yosua 24 : 28), Yosua mengeluarkan suatu perintah maupun kesaksian pribadinya sendiri.



Pada hakekatnya, pertanyaan Yosua tersebut merupakan suatu pertanyaan yang sama dengan yang diajukan Elia kepada orang-orang Israel di Gunung Karmel, hanya saja pertanyaan Yosua lebih bersifat sebagai suatu peringatan !

Mari kita lihat, Yosua 24 : 25 (TB);
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; Allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN !"

Meskipun generasi Yosua saat itu menanggapinya secara positif dengan mengatakan "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!" (Yosua 24 : 16), namun generasi-generasi mendatang sesudah Yosua menentang peringatan itu.

Sesungguhnya, hal tersebut telah berlangsung sangat cepat, seperti yang kita baca setelah kematian Yosua.

Hakim-Hakim 2 : 10 - 13 (TB) sbb :
10. Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bago orang Israel. 11. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. 12. Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. 13. Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

Perhatikan dengan seksama bahwa peristiwa ini berlangsung dari generasi ke generasi selanjutnya di negeri Israel. Tetapi Allah dengan belas kasih dan kesabaran-Nya, berulang kali menjangkau umat pilihan-Nya untuk kembali.

Sama seperti yang dilakukan Allah melalui diri Elia di gunung Karmel, untuk kesekian kalinya Dia berkata,"Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia". Sekali lagi Allah memberi kesempatan kepada orang-orang Israel untuk mengikuti-Nya kembali.

Bila kita mau melihat kembali sejarah kitab Perjanjian Lama secara teliti, kita akan melihat bahwa Dia adalah Allah yang panjang sabar dan yang telah lama menderita. Namun dengan melihat tanggapan sebagian orang-orang yang dengan cepat mau bertobat dari dosa-dosa-Nya, Allah juga dengan cepat menarik penghukuman-Nya  dan memaafkan mereka.



Memang benar, pada suatu saat, tangan Allah akan menjatuhkan penghukuman atas kita tetapi hukuman ini akan datang setelah  dalam kurun waktu yang lama sejak diberikannya peringatan dan toleransi yang besar atas kekejaman dan kejahatan kita yang sangat mengerikan dan menyeramkan.

Penyembahan berhala tidak hanya melibatkan pelanggaran susila yang sangat menjijikkan, tetapi juga seringkali melibatkan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa.

Oleh karena itu, Tuhan-lah yang kita pilih sebagai penyelamat dan yang memelihara kehidupan kita. Bukan dalam bentuk penyembahan kepada ilah-ilah yang lain.


Tuhan Yesus Memberkati kita semua.